Tidak terima dituduh merebut suami orang, Rahayu Ningsih aniaya warga Muntung

Tribratanews.temanggung.jateng.polri,go.id-Parakan  Warga lingkungan Dusun Santren Desa Glapansari Parakan dikejutkan dengan adanya suara gaduh dari salah satu rumah warga sabtu dini hari (3/3/2018}.

“saya kaget sekali ketika sedang tidur saya dikejutkan dengan suara gaduh  ada orang berteriak-teriak sepertinya sedang bertengkar” ungkap Marsiti warga Santren.

Setelah ditelusuri ternyata suara gaduh  tersebut berasal dari rumah Rahayuningsih yang sedang bertengkar masalah rumah tangga  .kejadian itu bermula dari masalah perselingkuhan antara Oknum perangkat Desa Muntung JMD (50) suami WARTIYAH dengan RN (30) seorang janda warga Karangsari Parakan, malam itu RN menghubungi JMD lewat hand phone tetapi tidak ada jawaban karena kesal kemudian RN mendatangi rumah JMD di muntung Candiroto sesampainya dirumah JMD terjadi perang RN merebut Hand Phone JMD kemudian membantingnya dan di tinggal pergi, melihat RN pergi meliihat RN pergi sendirian kemudian JMD menyusul dan mengantarnya ke rumah orang tuanya di Dusun Santren Glapansari Parakan.

Istri JMD  (Wartiyah) tidak terima suaminya mengantar RN kemuidan menyusul dengan ditemani anak kost sesampainya di rumah orang tus RN terjadi cekcok pertengkaran hebat antara RN dan WARTIYAH yang berbuntut penganiayaan yang dilakukan oleh RN terhadap WARTIYAH dengan cara mencakar, menjambak dan memukul korban dengan kayu sehingga korban menderita luka-luka.

“Saya melakukan itu karena kesal dan emosi saya di tuduh merebut suami orang di katakan pelacur dan sebagainya ” tutur Rahayuningsih saat ditanya didepan  penyidik Unit Reskrim Polsek Parakan.

Ketika di konfirmasi, Kapolsek Parakan Polres Temanggung Polda Jateng AKP Suka Galuh Pulung Dwi Handoko SH membenarkan adanya kasus tersebut ” ya benar SPKT Polsek Parakan telah menerima laporan dari Sdr. WARTIYAH tentang adanya tindak pidana penganiayaan  sekarang kasusnya dalam proses penyidikan ” tutur AKP Galuh

“Kasus semacam ini termasuk delik aduan penyelesaianya kami serahkan kepada kedua belah pihak dengan dimediasi oleh Kepala Desa masing-masing akan tetapi sudah saya perintahkan kepada Kanit Reskrim untuk tetap di sidik sesuai dengan peraturan perudangan yang berlaku” lanjut Kapolsek Parakan.

Akibat perbuatan tersebut kini RN mendekam di sel tahanan Polres Temanggung menunggu proses penyidikan lebih lanjut, RN terancam hukuman selama-lamanya dua tahun delapan bulan  sebagaimana bunyi pasal 351 tentang penganiayaan

(Humas Polsek Parakan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *