Pamit Mencari Ikan, Seoarang Kakek Ditemukan Mengambang Di Kali Galeh Parakan

Tribratanews.temanggung.jateng.polri.go.id.Parakan – Warga Kampung Jogomertan Kelurahan Parakan Kauman Parakan Temanggung digegerkan dengan penemuan sesosok mayat mengapung di pinggir Sungai Galeh Parakan Selasa pagi (16/10/2018).

Saksi mata yang melihat pertama kali Iswandi (58) warga Jogomertan Parakan  sangat terkejut dan tidak meyangka benda yang mirip boneka ternyata jazad Riyanto tetangganya sendiri yang sudah dikenal sejak puluhan tahun, pagi itu Iswandi bersama tiga temanya pergi ke sungai Galeh hendak mencari Pasir tiba-tiba melihat benda mirip boneka terapung di pinggir sungai Galeh setelah didekati dan diamati ternyata benda yang mirip boneka tersebut adalah sesosok mayat.

“Saya kaget sekali ketika saya dekati dan saya amati ternyata benda yang mirip boneka adalah Jazad Pak Riyanto tetangga saya sendiri,” tutur Iswandi .

Kabar penemuan mayat di sungai Galeh Parakan kemudian menyebar ke warga Kampung Jogomertan yang tepat berada di pinggir sungai Galeh masyarkat datang berduyun-duyun ingin melihat penemuan Jasad Manusia, tidak lama kemudian datang petugas Kepolisian Polsek Parakan Polres  Temanggung yang di pimpin Kanit Reskrim Polsek Parakan Iptu Tajudin dan Ka SPK Aiptu Heru Yuwono mengevakuasi Jasad Riyanto dengan dibantu warga setempat langsung dibawa ke Puskesmas Parakan untuk dilakukan pemeriksaan penyebab meninggalnya Almarhum Riyanto.

Kapolsek Parakan Polres Temanggung AKP  Sukma Galuh PDH SH melalui Kanit Reskrim Iptu Tajudin mengatakan, “dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Parakan di tubuh Almarhum Riyanto warga Kampung Jojomertan Parakan tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan diagnose Dokter yang bersangkutan berpenyakit jantung dan kedinginn di malam hari,” jelas Ipda Tajudin.

Menurut keterangan keluarga malam itu Selasa (15/10/2018) sekitar pukul 24.00 Wib almarhum Riyanto pamit akan mencari Ikan di sungai Galeh namum sampai pagi tidak pulang ke rumah dan ditemukan sudah tidak bernyawa terapung di pinggir sungai Galeh.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat setempat, Daryono (65) yang mewakili keluarga menerima musibah yang menimpa kelurganya sebagai takdir dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun.

“Saya selaku yang mewakili keluarga menerima musibah ini dan tidak akan menuntut kepada siapapun,” ungkap Daryono.

Lebih jauh Daryono dan keluarganya meminta kepada semua pihak untuk mendoakan dan memintakan maaf kepada Allah Swt.

“Saya mohon doanya kepada semua pihak semoga Allah SWT mengapuni dosa-dosanya dan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah,” pungkasnya.

 

(Humas Polsek Parakan Polres Temanggung)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *