Kanit Intelkam Polsek Pringsurat hadiri kegiatan Forum Silaturohmi Penanganan Konflik Sosial

Tribratanews.temanggung.jateng.polri.go.id Pringsurat, Masalah Konflik Sosial di wilayah harus segera di tangani, karena permasalahan sekecil apapaun baik masalah Agama,  Aliran Kepercayaan dan lain Рlain.

Pada hari Selasa tanggal 20 November  2018 mulai pukul 14.00 s/d 17.00 Wib, bertempat di Musholla Al Furqon Dusun Krajan Desa Klepu Kec. Pringsurat Kab. Temanggung telah dilaksanakan kegiatan Forum Silaturrohim Penanganan Konflik Sosial bagi elemen masyarakat di Desa Klepu Kec. Pringsurat, yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Balai Desa Klepu tanggal 29 Agustus 2018.

Giat tersebut diikuti lebih kurang 30 orang antara lain :
– Kasat BimasPolres Temanggung Polda Jawa Tengah AKP ABU DARDAK Shi ( Moderator )
– Penasehat Jamaah Al Furqon Desa Klepu, Suharsa

– Ketua / ustadz Jamaah Al Furqon, Budi kurniawan beserta jamaahnya
– Kades Klepu, Jumawan.
– Tokoh agama ds. Klepu
– Tokoh masyarakat Desa Klepu
– Tokoh pemuda Desa Klepu.

Sebelum membuka acara forum tersebut Kasat Bimas Polres Temanggung terlebih dahulu memberikan sambutan yg intinya :
– Pertemuan kali ini hendaklah dijadikan pertemuan yg terakhir kalinya supaya Desa Klepu tetap Barokah.
– Tuntunan sholat kita, semuanya mencontoh dari Nabi Muhammad melalui para kyai dan Alim ulama.
– Persyaratan mendirikan tempat ibadah yaitu : tempat ibadah itu harus diperuntukan memenuhi kebutuhan umat, surat ijin ditujukan pada Bupati dan calon pengguna tempat ibadah minimal 90 orang dan mendapat persetujuan minimal 60 orang warga sekitar lokasi dan mendapatkan Rekomendasi dari Kemenag.

Dari proses forum Silatirrokhim tersebut pada intinya dari warga Desa Klepu meminta tindak lanjut dan ketegasan dari jamaah Al Furqon yang sudah ada kesepakatan pada pertemuan sebelumnya yaitu :
– Kelompok tersebut, tidak boleh melaksanakan Sholat Jum’at di Musholla Al Furqon karena ijin belum ada ijin pendirian tempat ibadah.
– Dlm kelompok tersebut, Apabila ada orang Islam yang meninggal, tidak di Sholati dan warga meminta untuk di Sholati.
– Kelompok tersebut, tidak mau menyekolahkan anaknya dan warga takut mempengaruhi anak-anak lain di Desa Klepu.
– Kelompok tersebut, tidak mau beradaptasi dengan warga sekitar dan warga meminta apabila tetap mau menetap di Desa Klepu, dari Jamaah Al Furqon harus bisa beradaptasi termasuk segera mengurus surat pindah dari Jakarta.
– Warga bersedia menerima Jamaah Al Furqon dengan syarat semua tuntutan harus dilksanakan.

Dan dengan adanya tuntutan tersebut, dari pihak jamaah Al Furqon melalui Ustad Budi kurnia bersedia untuk memenuhi semua tuntutan dan memohon maaf karena timbulnya permasalahan tersebut karena tidak ketahuannya dan bila kedatanganya dianggap mengganggu warga Desa. Klepu Jamaah Al Furqon mulai saat ini juga bersedia untuk meninggalkan Desa. Klepu Kec Pringsurat Kab Temanggung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *