Dua Tersangka Penganiayaan Yang Mengakibatkan Meninggal Dunia Berhasil Diamankan

Tribratanews.temanggung.jateng.polri.go.id, Temanggung – Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung Polda Jateng berhasil mengamankan dua orang tersangka dalam kasus tawuran yang mengakibatkan tewasnya pelajar dibawah umur, Selasa (08/01/2019).

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Haryadi kepada awak media menjelaskan, bahwa awal mula pengungkapan kasus tersebut diawali pada hari Minggu (06/01/19) telah ditemukan jasad seorang laik-laki AH (17) yang tergeletak di area persawahan tidak jauh dari sekolah korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka robek bagian pinggul sebelah kiri yang diduga karena sabetan senjata tajam.

“Kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia dengan luka robek pada pinggul bagian kiri sekitar 13 cm yang diduga sabetan senjata tajam,” tuturnya.

Pada hari itu juga Minggu malam, Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo membentuk tim khusus untuk mengungkap perkara tersebut dan menetapkan AD (18), AG (18) sebagai tersangka yang mana keduanya merupakan satu sekolahan SMK di Temanggung.

Sementara itu, AKP Dwi Haryadi menambahkan kejadian bermula ketika tersangka sedang merayakan ulang tahun SMK sekolahannya di wilayah Kledung. Setelah perayaan usai, kedua tersangka bersama teman-teman yang lain pulang sengaja melewati depan SMK korban. Sesampai di depan SMK korban pada saat itu juga rombongan kedua tersangka dicegat oleh korban bersama temannya sehingga terjadilah tawuran yang mengakibatkan salah satunya meninggal dunia.

“SMK tempat korban sekolah dan SMK para tersangka beberapa tahun terakhir sudah bermusuhan dan sering terjadi gesekan, kejadian bermula pada hari Sabtu (05/01/19) SMK tersangka merayakan ulang tahun dan pulang melewati sekolahan korban, pada saat di tempat kejadian perkara rombongan tersangka dicegat oleh rombongan korban di depan sekolahan kemudian terjadilah tawuran yang berakibat salah satunya meninggal dunia,” terangnya.

Berdasarkan keterangan tersangka beserta alat bukti yang dikumpulkan termasuk saksi-saksi serta hasil autopsi bahwa tersangka AD melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan tangan kosong, setelah korban terjatuh tersangka AG bersama rekannya langsung melakukan pemukulan. Ketika korban hendak melarikan diri, tersangka AG meminjam celurit dari kelompok tersangka dan membacok pinggul bagian kiri hingga robek sedalam 13 cm.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku lebih dari dua orang yang saat ini sedang kami dalami,” tambah AKP Dwi Haryadi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatnnya, kedua tersangka dijerat Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76 (C) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu Kesatu Tahun 2016 Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Tersangka juga diterapkan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan Pasal 351 Ayat (3) penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

(Humas Polres Temanggung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *