Elemen Masyarakat Temanggung Gelar Deklarasi Damai Anti Demo Anarkis

Polres Temanggung – Tribratanews.temanggung.jateng.polri.go.id I Maraknya demo anarkis yang akhir-akhir ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia membuat sejumlah elemen organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi pemuda dan pelajar, serta LSM di Kabupaten Temanggung menggelar Deklarasi Damai Menolak Demo Anarkis.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung pada Senin (19/10/20) tersebut, dihadiri oleh Forkompinda (Forum Komunikasi Antar Pimpinan Daerah) Kabupaten  Temanggung, Pimpinan Ormas, LSM, Ketua Gerakan Mahasiswa, Perwakilan Pelajar SMA/SMK serta beberapa Perhimpunan Buruh di Temanggung.

Kapolres Temanggung Polda Jateng AKBP Muhamad Ali dalam arahannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tamu undangan yang dapat mengikuti Deklarasi Anti Unjuk Rasa Anarkis Organisasi Keagamaan, Rektor, Organisasi Masyarakat, Organisasi  Buruh, LSM, Mahasiswa dan Pelajar di Kabupaten Temanggung.

Kapolres menekankan bahwa sebagai warga negara yang baik, saat penyampaian pendapat di muka umum harus tetap menjaga ketertiban masyarakat serta mematuhi aturan Perundang-Undangan yang berlaku.

“Setiap orang berhak menyampaikan pendapatnya di muka umum, namun ada kewajiban dan larangan yang harus ditaati serta tidak dibenarkan merusak fasilitas umum,” tegasnya.

Sementara itu Dandim 0706 Temanggung Letkol CZI Kurniawan Hartanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergotongroyong menjaga keamanan, kenyamanan di Kabupaten Temanggung.

“Silahkan menyampaikan pendapat, namun tidak boleh anarkis apalagi merusak fasilitas umum, karena fasilitas umum tersebut dibiayai oleh rakyat melalui pajak,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Temanggung HM Al Hadziq mengapresiasi gerakan deklarasi anti unjuk rasa anarkis tersebut, dengan harapan semoga kedepan apabila ada permasalahan dapat dikedepankan audiensi sehingga dapat meminimalisir terjadinya demo anarkis.

“Mari kita wujudkan Kabupaten Temanggung yang Tentrem, Marem dan Gandem serta menolak segala bentuk demo yang anarkis juga mengedepankan audiensi dalam pemecahan masalah,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap serta penandatanganan deklarasi aksi damai dan menolak demo anarkis oleh perwakilan seluruh peserta, baik tokoh masyarakat, agama, pemuda, LSM, pelajar dan mahasiswa serta perwakilan perhimpunan buruh di Kabupaten Temanggung.

(Humas Polres Temanggung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *