Satreskrim Polres Temanggung Berhasil Ringkus Dukun Palsu Pengganda Uang

Tribratanews.temanggung.jateng.polri.go.id, Temanaggung – Seorang dukun palsu pengganda uang, Artamto (45) warga asal Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau berhasil diringkus Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung lantaran terlibat kasus penipuan dengan iming-iming menjanjikan korbannya dapat menarik uang ghoib antara Rp. 3 miliar sampai Rp. 4 miliar.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi menerangkan, tersangka yang tinggal di Grabak Kabupaten Magelang tersebut mengelabuhi seorang pedagang warga Desa Kemloko, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

“Korban menemui tersangka di Semarang untuk memasang susuk, setelah mengetahui korban memasang susuk untuk meringankan beban ekonomi, tersangka menawari untuk mengusahakan memberikan uang dalam waktu singkat dengan cara menarik uang gaib,” tuturnya, Senin (16/11/2020)

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan bahwa tersangka menjanjikan korban dapat menarik uang ghaib sebanyak tiga sampai empat miliar, akan tetapi harus menyediakan sejumlah uang sebagai akad.

“Korban memberikan uang Rp. 15 juta sebagai akad dan uang zakat Rp. 35 juta, uang itu diserahkan dengan cara ditransfer melalui nomor rekening dan secara tunai,” kata Benny.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Ni Made Srinitri menambahkan, setelah mendapatkan uang dari korban, pelaku mengajak korban untuk melakukan ritual di sebuah ruangan tanpa cahaya untuk menarik uang ghaib dengan menggunakan media diantaranya yaitu kain mori, keris dan bunga.

“Beberapa hari setelah ritual, bungkusan mori yang digunakan ritual dibuka dan keluar uang pecahan Rp. 100 ribu dan Rp. 50 ribu, namun begitu dicek ternyata uang itu merupakan uang mainan sehingga korban segera melapor ke polisi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, kasat Reskrim menambahkan dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga lembar kain mori warna putih, satu keris terbungkus kain mori putih, satu piring berisi bunga setaman, 606 lembar uang mainan pecahan Rp. 100.000, 300 lembar uang mainan pecahan Rp. 50.000, bukti transfer, satu unit handphone serta satu buah karpet warna biru sebagai alas untuk melakukan ritual.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara,” tegas Kasat Reskrim.

(Humas Polres Temanggung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *